• 21

    Mar

    Aset Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

    Secara umum,  jumlah aset yang akan dimiliki perusahaan asuransi jiwa dipengaruhi oleh tingkat keberhasilannya dalam mengumpulkan premi. Semakin besar premi yang berhasil dikumpulkan dari nasabah, biasanya semakin besar pula jumlah aset yang dimiliki perusahaan asuransi, terutama yang dikelola dalam bentuk investasi. Dari data yang diperoleh berdasarkan neraca publikasi yang dikeluarkan masing-masing perusahaan asuransi jiwa, umumnya kesepuluh perusahaan asuransi jiwa dengan pendapatan premi terbesar di tahun 2015 sekaligus menjadi perusahaan dengan jumlah aset terbesar. Hanya PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha saja yang jumlah asetnya tidak termasuk dalam peringkat sepuluh besar. Dalam hal jumlah aset, PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha hanya menduduki peringkat ke-20 da
  • 21

    Mar

    Klaim Rasio Perusahaan-perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

    Salah satu indikator dalam mengukur tingkat kesehatan perusahaan asuransi adalah klaim rasio. Klaim rasio sendiri merupakan perbandingan antara jumlah klaim bruto dengan premi bruto pada perusahaan asuransi. Apabila angka rasionya di bawah atau sama dengan 100%, maka jumlah klaim yang harus dibayarkan oleh perusahaaan asuransi dalam satu tahun adalah lebih kecil atau sama dengan jumlah premi bruto yang berhasil dikumpulkan dalam periode yang sama. Angka klaim rasio industri asuransi j
  • 21

    Mar

    Perkembangan Jumlah Klaim Asuransi Jiwa di Indonesia

    Pada tahun 2015, total jumlah klaim yang dibayarkan oleh 47 (dari 50) perusahaan asuransi jiwa yang neraca publikasinya berhasil didapatkan adalah sekitar Rp. 76,14 triliun. Jika diandingkan jumlah klaim yang dibayarkan di tahun sebelumnya (2014) sebesar Rp. 110,76 triliun, maka terjadi penurunan (pertumbuhan negatif) sebesar 31,3%. Dan jika dirata-rata, maka pertumbuhan klaim dalam periode tahun 2011 - 2015 hanya sekitar 2,5%. Dari neraca publikasi masing-masing perusahaan asuransi jiwa (per Desember 2015), diperoleh data bahwa sekitar 72,75% dari total jumlah klaim perusahaan asuransi jiwa atau sekitar Rp. 55,4 triliun dibayarkan hanya oleh 10 perusahaan saja. Secara berurutan, perusahaan-perusahaan tersebut adalah adalah PT Indolife Pensiontama, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, PT Prude
  • 19

    Mar

    RBC Perusahaan-perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

    Berdasarkan SK Menteri Keuangan No.481/KMK.071/1999 mengenai tingkat solvensi berdasarkan perhitungan Risk Based Capital (RBC), maka setiap perusahaan asuransi atau reasuransi di Indonesia wajib memenuhi RBC minimal 120%. RBC adalah rasio yang menggambarkan tingkat solvensi perusahaan asuransi, apakah perusahaan tersebut mampu menanggung risiko klaim atau tidak. Di tahun 2015 ini, masih juga terdapat perusahaan asuransi jiwa yang RBC-nya tidak mencapai angka 120%. Perusahaan yang dimaksud adalah PT. Heksa Eka Life Insurance yang rasio RBC-nya mengalami penurunan dari sekitar 132,5% di tahun 2014 menjadi hanya sekitar 42,42% di tahun 2015. Ini merupakan angka RBC terendah dari perusahaan tersebut, setidak-tidaknya sejak tahun 2002. Lebih detailnya mengenai perkembangan RBC dari masing-masi
  • 19

    Mar

    Perkembangan Modal Industri Asuransi Jiwa

    Salah satu indikator untuk melihat kinerja perusahaan asuransi jiwa adalah perkembangan modalnya. Besarnya modal dapat menjadi tolak ukur bagi sebuah perusahaan asuransi, apakah perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang kokoh atau tidak. Untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif saat ini, maka perusahaan asuransi dituntut memiliki modal yang kuat dan besar agar dapat bersaing dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal ini erat kaitannya dengan penyerapan risiko. Semakin besar modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, maka semakin besar pula risiko yang dapat diserap perusahaan tersebut. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menentukan batas minimum modal perusahaan asuransi sebesar Rp. 100 miliar. Dan hampir semua perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar sudah mampu mem
  • 19

    Mar

    Hello Blogdetik!

    Selamat datang di Indonesia Life Insurance Data Report Sunting atau hapus postingan ini dan tetap menulis di blog.detik.com
  • 18

    Mar

    Laba Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

    Secara keseluruhan, laba (setelah pajak) industri asuransi jiwa di Indonesia meningkat sekitar 2,7% dari Rp. 12,68 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 13 triliun lebih di tahun 2015. PT Prudential Life Assurance tetap menjadi perusahaan asuransi dengan perolehan laba terbesar melampaui angka Rp. 5,4 triliun, atau share sekitar 41,8% dari total laba industri asuransi jiwa di tahun 2015.  Posisi kedua di tahun 2015 ini berhasil direbut PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang perolehan labanya mampu tumbuh cukup sekitar 66,2% dari Rp. 1,17 triliun di tahun 2014 menjadi lebih dari Rp. 1,94 triliun. Adapun share direbut PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terhadap total laba industri asuransi jiwa di Indonesia adalah sekitar 14,9%. PT. AIA Financial mengikuti di posisi ketiga dengan perol
  • 18

    Mar

    Perusahaan Asuransi Jiwa yang Menderita Kerugian di Tahun 2015

    Dari laporan keuangan 47 perusahaan asuransi jiwa per Desember 2015, diketahui sebanyak tujuhbelas perusahaan mengalami kerugian. Dibandingkan tahun sebelumnya (2014), jumlah perusahaan yang merugi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah duabelas. Jika ditotal, maka kerugian yang dialami ketujuhbelas perusahaan asuransi jiwa tersebut telah menembus angka Rp.3 triliun. Perusahaan asuransi jiwa yang mengalami kerugian terbesar di tahun 2015 adalah PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Kerugian perusahaan joint venture ini mendekati angka Rp.2 triliun, yang merupakan jumlah kerugian terbesar sepanjang sejarah asuransi Indonesia. Perusahaan ini juga pernah mengalami kerugian sebesar Rp. 365,8 miliar lebih, yang terjadi pada tahun 2013. Sedangkan pada 2014, perusahaan ini memb
  • 18

    Mar

    Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

    Salah satu indikator kinerja dari industri asuransi adalah jumlah pendapatan premi. Pendapatan premi dapat menggambarkan kemampuan perusahaan mengumpulkan dana (premi)dan meraih kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Berdasarkan neraca publikasi tahun 2015, dari 47 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang datanya berhasil saya peroleh, sebanyak 20 perusahaan memiliki pebdapatan premi gabungan sebesar Rp. 119 triliun atau menguasai sekitar 92,7% pangsa pasar. Masih dari sumber yang sama, lebih lanjut diperoleh informasi bahwa sekitar 75,4% total pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa atau sebesar Rp. 96,8 triliun dikuasai hanya oleh 10 perusahaan asuransi saja. Kesepuluh perusahaan asuransi jiwa yang dimaksud adalah (disebut secara berurutan); PT Prudential Life Assura
  • 18

    Mar

    Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

    Menurut data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Desember 2015, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar adalah 50 perusahaan. Dan berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan masing-masing perusahaan, diketahui bahwa 23 di antaranya merupakan perusahaan patungan asing, sementara sisanya adalah perusahaan swasta nasional dan satu perusahaan milik negara. Berikut adalah daftar perusahaan asuransi jiwa yang berstatus sebagai perusahaan patungan asing yang disusun menurut abjad, lengkap dengan komposisi pemilik sahamnya.
-

Author

Follow Me